Alasan Masuk AGH

Agronomi adalah ilmu bercocok tanam. Cabang penting ilmu-ilmu pertanian ini merupakan salah satu ilmu terapan yang berbasis biologi/botani yang mempelajari pengaruh dan manipulasi berbagai komponen biotik (hidup) dan abiotik (tidak hidup) terhadap suatu individu atau sekumpulan individu tanaman untuk dimanfaatkan bagi kepentingan manusia. Cakupan aspek biotik meliputi individu itu sendiri, individu lain yang sejenis, atau individu lain yang berbeda jenis. Cakupan aspek abiotik meliputi semua komponen tidak hidup yang mempengaruhi kehidupan individu yang dipelajari, seperti tanah, cuaca dan iklim, topografi, dan kebijakan ekonomi-politik.

Agronomi mengkaji pemilihan benih yang baik, teknologi aplikasi pupuk yang tepat, jarak penanaman, serta kedalaman tanam untuk hasil yang maksimal.

Hortikultura (horticulture) berasal dari bahasa Latin hortus (tanaman kebun) dan cultura (budidaya), dan dapat diartikan sebagai budidaya tanaman kebun. Bidang kerja hortikultura meliputi pembenihan, pembibitan, kultur jaringan, pemanenan, pengemasan dan pengiriman.

Berbeda dengan Agronomi, hortikultura hanya mengolah tanaman buah (pomology), bunga (florikultura), sayuran (olerikultura), obat-obatan, dan taman (lansekap).

Alasan saya masuk agronomi hortikultura adalah karena departemen agronomi hortikultura memiliki beberapa keuntungan diantaranya saya dapat mendalami hal-hal yang berkaitan dengan pertanian, dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata, serta apabila telah lulus tidak perlu lagi mencari-cari pekerjaan karena biasanya mahasiswa departemen agronomi hortikultura  sudah mendapatkan pekerjaan sebelum lulus.

Khasiat Gabungan 10 Macam Daun sebagai Obat, Pupuk Cair, Semir Daun, dll. untuk Tanaman Hias

Selidik punya selidik, ternyata daun juga punya kasiat tersembunyi seperti obat, semir daun, atau bisa sebagai pupuk cair untuk tanaman kesayangan anda, baik itu anthurium, adenium, dll.

Manfaat:

  • Sebagai semir daun, dapat mengkilapkan daun tanaman hias seperti daun anthurium, adenium, dll.
  • Pencegah/obat hama, jamur, dll.
  • Pupuk cair untuk daun, batang, akar, bunga.
Cengkeh

Cengkeh merupakan tanaman asli Indonesia, yang pada awalnya merupakan komoditas ekspor, berubah posisi menjadi komoditas yang harus diimpor karena pesatnya perkembangan indutri rokok kretek. Industri rokok kretek sendiri, berkembang sejak akhir abad ke-19. Tingginya kebutuhan devisa untuk memenuhi kebutuhan mengakibatkan ditetapkannya program swasembada cengkeh pada tahun 1970, antara lain melalui perluasan areal.

Hasil dari pelaksanaan program swasembada cengkeh adalah terjadinya perkembangan luas areal yang sangat mencolok dari 82.387 ha tahun 1970 menjadi 724.986 ha tahun 1990. Swasembada dinyatakan tercapai pada tahun 1991, bahkan terlampaui, tetapi bersamaan dengan itu terjadi penurunan harga. Untuk membantu petani mengatasi hal tersebut pemerintah campur tangan dengan: (1) mengatur tataniaga melalui pembentukan Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC), (2) mendiversifikasi hasil dan (3) mengkonversi sebagian areal. Namun demikian upaya-upaya ini tidak berhasil yang diindikasikan harga tetap tidak membaik, sehingga petani menelantarkan pertanamannya.

Karena diterlantarkan petani, areal cengkeh berkurang drastis. Pada tahun 2000 luas areal cengkeh tinggal 428 000 ha dan tahun 2003 tinggal 228 000 ha. Perkiraan untuk 2005 areal tanaman menghasilkan (TM) tinggal 213.182 ha. Produksi juga turun sejak tahun 2000, sehingga diperkirakan tanpa upaya penyelamatan, tahun 2009 produksi cengkeh Indonesia hanya akan mampu menyediakan sekitar 50 % dari kebutuhan pabrik rokok kretek yang rata-rata empat tahun terakhir mencapai 92.133 ton.

Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu dilakukan program intensifikasi, rehabilitasi dan peremajaan tanaman cengkeh secara terukur. Total areal TM diupayakan terjaga 220.000 – 230.000 ha di 10 propinsi sentra produksi cengkeh PRK (pabrik rokok kretek), dengan maksimum total areal 250.000 ha, termasuk di luar propinsi PRK. Semuanya itu diarahkan untuk keseimbangan pasokan dan permintaan, guna memenuhi kebutuhan 92 133 ton untuk rokok kretek (GAPPRI, 2005), serta harga yang tetap menguntungkan petani.

Referensi Online

http://id.wikipedia.org/wiki/Agronomi

http://mitra-adenium.blogspot.com/2010/07/khasiat-gabungan-10-macam-daun-sebagai.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Hortikultura

http://marseleriri.blogspot.com/

Prestasi yang pernah diraih

Juara umum semester ganjil tahun ajaran 2006/2007

Leave a comment